Kamis, 12 November 2015

Agar Sukses Bikin Startup, Anda Harus Fokus


Kualitas founder startup teknologi saat ini diakui Andy Zain, Managing Director Kejora Ventures makin baik. "Dulu kita temui banyak founder startup teknologi yang saat ini layanannya mungkin sudah tidak eksis,"tuturnya. "Less noise now," tuturnya dalam salah satu sesi di acara TechInAsia Jakarta 2015. Tren lain yang dilihat oleh pria yang menjalankan inkubasi startup teknologi ini adalah maraknya pelaku startup yang datang dari berbagai latar belakang yang kini menggeluti bisnis TI ini. Salah satunya seperti yang dilakukan Alice Norin atau lebih dikenal dengan DJ Riri dengan 8Wood-nya. Di masa sebelumnya ada Christian Sugiono dengan Malesbanget.com-nya.


Founder yang berkualitas menurut Andy Zain juga akan menentukan masa depan dan tingkat keberhasilan startup teknologi yang dibuat. Hal lain yang ditekankan Andy Budiman, Managing Partner Ideosource adalah pentingnya founder yang memang fokus dengan startup yang dikerjakan. "Berdasarkan pengalaman dan pengamatan kami, founder yang hanya menjadikan startup mereka sebagai proyek sampingan, rata-rata tidak jalan bisnisnya. Harus 100% fokus dan tidak bisa side project," tuturnya.

Sayangnya ada persoalan chicken-and-egg ketika seseorang diharuskan untuk fokus pada startup yang mereka kerjakan. Bagaimana dengan penghidupan mereka jika mereka harus melepaskan pekerjaan yang dimiliki untuk mengerjakan inovasi yang mereka buat? Di sinilah pentingnya peran inkubator, jelas Andy Zain. Inkubator yang akan menengahi proses di awal ini. Pendanaan awal dan mentoring dilakukan untuk menopang hidup para founder. Setelah startup cukup kokoh, mereka lantas diantar ke pendanaan berikutnya untuk mengembangkan bisnis.

Andy Budiman juga menggaris bawahi bahwa para founder harus berani menghadapi kenyataan bahwa dalam mendirikan startup membuat kesalahan dan kegagalan adalah sebuah kenormalan. "Mungkin ia harus kembali jadi karyawan lagi setelah itu, tak masalah. Setidaknya ada pengalaman yang didapat dan berani mewujudkan mimpinya," tambahnya lagi.

Catatan lain adalah soal model bisnis. Adaptasi model bisnis bukanlah suatu yang haram. Mungkin bisnis model yang diproyeksikan saat ini buruk atau pasar belum siap dengan layanan yang ditawarkan, maka perubahan adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan. Traveloka adalah salah satu contoh yang baik, seperti disebutkan Andy Budiman. Perusahaan yang bergerak di layanan traveling itu mengubah model bisnis mereka dari waktu ke waktu. Berawal hanya sebagai situs pencari jadwal penerbangan (meta search engine), kini mereka menjadi  online travel agency (OTA).
sumber : http://chip.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar