Selasa, 24 November 2015

Kenalilah Jenis-jenis Toko Online yang Cocok Buat Anda


Anda pasti pernah berbelanja online, kan?  Entah itu di toko online seperti Blibli dan Lazada, maupun di lapak-lapak online yang bertebaran di Kaskus, Facebook, bahkan Instagram. Meskipun sama-sama toko online, ternyata satu sama lain berbeda prinsip. Dan, masing-masing bentuk toko punya resiko yang berbeda.


Untuk itu, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan bentuk-bentuk toko online. Agar, kita tahu apa resikonya saat berbelanja. Apa yang harus dilakukan saat kiriman barang tidak sesuai dengan pesanan, seperti kasus Iphone 6 yang tertukar dengan sabun mandi. Atau saat barang yang kita pesan tak kunjung datang.

Sampai saat ini, jenis toko online yang beroperasi di Indonesia ada beberapa jenis. Apa saja? SIlakan langsung disimak!



Iklan Baris/Classified

Pernah membuka olx.co.id? Benar! Dulunya bernama Toko Bagus. Commerce ini adalah contoh commerce jenis classified. Selain itu, ada juga Berniaga.com, dan FJB Kaskus yang cukup dikenal di kalangan penggiat online.

Bentuk bisnis ini merupakan bentuk yang paling sederhana dari usaha e-commerce  yang ada. Itu karena bentuk bisnis ini mempunyai ciri khas dimana penyedia jasa e-commerce tidak terlibat secara langsung dalam proses jual beli yang terjadi. Dalam bentuk bisnis ini, pihak perusahaan e-commerce  hanya menjadi media yang mempertemukan antara penjual dan pembeli dalam satu tempat.

Ciri-ciri dari bentuk bisnis classifieds atau daftar iklan baris adalah: web penyedia layanan e-commerce tersebut sama sekali tidak terlibat atau memfasilitasi secara langsung transaksi jual beli online yang berlangsung.

Ciri yang kedua adalah dalam memanfaatkan layanan e-commerce tersebut, siapa saja yang ingin menjual barang yang dimilikinya bebas melakukan hal tersebut kapan dan dimana saja secara online. Ciri lain dari bentuk ini adalah pihak e-commerce mendapatkan keuntungan dari iklan premium yang terpasang pada website tersebut.

Secara umum tipe e-commerce ini lebih cenderung digunakan oleh para penjual yang hendak menjual barang bekas atau yang jumlahnya terbatas. Meski banyak juga yang menjual barang baru di dalamnya.

Karena pembayarannya langsung ke penjual, kita harus sangat hati-hati saat bertransaksi dengan vendor di commerce ini. Karena,tidak ada proteksi dari penyelenggara commerce kepada pembelinya. Untuk itu, kita yang harus benar-benar meneliti, dengan siapa kita bertransaksi.

Cara pembayaran COD alias Cash on Delivery sangat disarankan. Maksudnya, pembayaran dilakukan saat barang dikirim. Yang memungkinkan kedua pihak bertemu untuk bertransaksi.

Jika memang harus transfer, selidiki dulu reputasi penjual. Jangan silau dengan harga murah yang ditawarkan, karena commerce jenis ini rawan penipuan.



Sosial Media Shop

Jenis commerce ini yang paling banyak ditemui. Sebenarnya, commerce jenis ini muncul seiring perkembangan sosial media yang makin menanjak. Potensi ini diambil oleh penggunanya untuk membangun bisnis yang berbasis pada sosial media.

Saat ini sosial media yang menjadi lahan utama perkembangan bentuk bisnis ini masih didominasi oleh Facebook, namun dengan pergesaran tren sosial media yang terjadi akhir-akhir ini juga telah membuka pesaing baru seperti Instagram dan juga Twitter.

Persis seperti classified, transaksi di commerce jenis ini langsung ke penjual. Jadi jaminan keamanannya amat tipis, karena penjual bisa saja penjual perorangan yang tidak berbadan hukum.

Jadi, kita musti pintar-pintar memilih tempat belanja. Jangan sampai tertipu di belakang. Makanya, perhatikan reputasi penjual, dan kalau bisa, gunakan moda pembayaran COD.



Marketplace C2C (Customer to Customer)

Sepintas, bentuknya tidak berbeda dengan commerce berbentuk classified. Namun, di commerce jenis ini, pengelola juga memberikan layanan metode pembayaran dari transaksi online yang dilakukan. Ini yang menjadi ciri utama dari bentuk bisnis e-commerce Marketplace C2C. Pada umumnya pihak e-commerce akan memberikan layanan Escrow atau rekening pihak ketiga.

Fungsi Escrow menjadi jembatan antara penjual, pembeli dan pihak e-commerce. Jika sudah terjadi kesepakatan pembelian, pembeli harus mentransfer dana kepada pihak escrow.

Baru setelah dana  dikonfirmasi masuk ke escrow, penjual bisa mengirimkan barangnya para pembeli. Dan setelah pembeli mengkonfirmasi kedatangan barang, maka pihak escrow akan memberikan uang nya ke penjual.

Commerce jenis ini jauh lebih aman. Dengan menggunakan jasa escrow jika tiba-tiba terjadi masalah dengan barang, dana akan bisa segera dikembalikan pada pembeli.

Pada situs Kaskus FJB  (forum jual beli), ada jasa escrow yang lebih dikenal dengan nama Rekber atau rekening bersama. Namun sifatnya opsional, nggak diwajibkan. Ini juga yang membuat kaskus nggak masuk dalam commerce kategori ini.

Lantas, perusahaan commerce apa saja sih yang masuk kategori ini? Ada Tokopedia dan Lamido! Keduanya mendapatkan keuntungan dari sistem iklan premium dan juga adanya komisi dari jasa escrow. Kalau kamu penjual yang memiliki barang dengan jumlah yang cukup banyak, bisa mencoba menjadi penjual para bentuk bisnis  e-commerce yang satu ini.

Sumber : http://chip.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar