Kamis, 12 November 2015

Teknologi Baru Milik Microsoft Dapat Membaca Emosi


Sekarang bukan hanya manusia saja yang dapat merasakan bagaimana perasaan orang lain, namun kini Microsoft pun dapat mengetahui perasaan orang lain.

Sebuah tim dari perusahaan Proyek Oxford, telah membuat teknologi untuk membaca emosi, yang menggunakan pengetahuan tentang ekspresi wajah agar dapat mengidentifikasi perasaan manusia secara spesifik yang akan disampaikan melalui foto.


Alat ini telah dipamerkan kemarin dalam acara Microsoft's Future Decoded, dan telah dirilis dalam versi beta untuk developers. Teknologi ini akan melatih komputer untuk mengenali delapan inti emosional, seperti marah, terhina, jijik, takut, bahagia, netral, kesedihan dan terkejut.

Menurut Microsoft Chief Executive, Satya Nadella, teknologi ini dapat menciptakan input dan ouput alternatif untuk membuka jalan bagi jenis baru komputer pribadi di masa mendatang. Dengan kemampuan untuk menafsirkan suasana hati pengguna, perangkat ini dapat berinteraksi dengan penggunanya dalam cara yang baru.

Meski sampai sekarang, alat ini belum dapat mengenali emosi manusia secara keseluruhan, namun teknologi ini memiliki potensi untuk dapat bekerja seperti itu di masa mendatang. Pada acara kemarin, Chris Bishop, Kepala Microsoft Research Cambridge, telah mendemokan cara alat ini bekerja pada beberapa orang dan mendemokan bagaimana setiap emosi terdaftar dalam skala nol sampai satu.

Microsoft memberikan beberapa contoh bagaimana memimpikan teknologi yang diterapkan dalam konteks dunia nyata. Para pemasar mungkin dapat menggunakannya untuk mengukur reaksi pelanggan, atau dapat juga dimasukkan ke aplikasi messaging untuk menginterpretasikan emosi dalam gambar.

Pembaca emosi manusia ini merupakan salah satu dari beberapa alat Proyek Oxford yang mampu menafsirkan kata-kata, suara atau gambar. Teknologi ini direncanakan akan rilis untuk developers dalam versi beta sebelum akhir tahun.

Selain itu, Microsoft berharap developers yang belum memiliki keahlian dalam pembelajaran mesin atau kecerdasan buatan, akan dapat menggunakan alat-alat ini untuk membangun feature tersebut ke dalam aplikasi mereka.

sumber  : http://chip.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar